Rizieq Shihab Sebut Tuntutan Jaksa Tidak Masuk Akal, Pertanyakan Kerumunan McDonald’s Launching BTS Meal

- 19 Juni 2021, 10:05 WIB
Habib Rizieq Shihab.
Habib Rizieq Shihab. /Fauzan/Antara

"Semuanya cukup dengan dialog dan mediasi serta dimaafkan, sementara bagi RS Ummi yang telah berjasa membantu ribuan pasien Covid. Bahkan pemerintah berutang miliaran rupiah kepada RS Ummi selama pandemi, belum lagi ratusan ribu pasien yang dibantu RS UMMI sejak berdiri, hanya karena dianggap melanggar Prokes langsung diproses hukum dan dipidanakan," kata Rizieq.

Baca Juga: Habib Rizieq Shihab Dituntut 10 Bulan Penjara, Tim Kuasa Hukum Eks-Ketua FPI Bakal Ajukan Banding

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu beberapa gerai makanan cepat saji McDonald’s menyita perhatian publik karena membuat kerumunan saat promo menu BTS Meal digulirkan.

Dalam kasus tersebut setidaknya ada 32 gerai di Jakarta yang telah dijatuhi sanksi karena melanggar prokes.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 gerai ditutup sementara 12 lainnya diberi sanksi tertulis, namun tidak ada satupun manajemen yang diproses secara pidana.

"Setelah saya mendengar dan membaca tuntutan JPU yang menjatuhkan saya dengan tuntutan penjara 6 Tahun. Tuntutan JPU tersebut tidak masuk di akal dan berada jauh di luar nalar, bahkan terlalu sadis dan tidak bermoral," kata Rizieq.

Baca Juga: Kerumunan Pembeli McDonald’s BTS Meal Disorot Media Asing, Daily Mail Sebut Warga Indonesia Gila K-Pop

Menurutnya, tidak ada sanksi penjara untuk pelanggar prokes, hanya teguran, kerja sosial, denda administratif, atau penutupan sementara.***

 

Halaman:

Editor: Erwin Abdillah

Sumber: lider.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah