Studi Para Ahli Sebut Kopi Dapat Menurunkan Risiko Terpapar COVID 19

30 September 2021, 06:53 WIB
Ilustrasi kopi hitam. /Pixabay.com./cocoparisienne

KABAR WONOSOBO – Sebuah studi di Northwestern University menunjukkan konsumsi kopi satu hingga tiga cangkir setiap hari dapat mengurangi risiko terpapar COVID-19.

“Nutrisi seseorang berdampak pada kekebalan, dan sistem kekebalan memainkan peran kunci dalam kerentanan dan respons individu terhadap penyakit menular, termasuk COVID-19,” kata Marilyn Cornelis, Profesor Kedokteran Pencegahan di Fakultas Kedokteran Universitas Feinberg Northwestern.

Studi terbaru di jurnal Nutrients, Universitas Northwestren menyebut jika orang yang mengkonsumsi satu atau lebih cangkir kopi per hari dikaitkan dengan sekitar 10% penurunan risiko COVID-19 dibandingkan dengan kurang dari satu cangkir per hari. 

Baca Juga: Hasil Penelitian Mahasiswa UGM Tunjukkan Santet Awalnya Hal Positif

Seperti dikutip Kabar Wonosobo dari Northwestern Now News, para peneliti menggunakan data dari Biobank Inggris, untuk memeriksa hubungan antara perilaku diet seseorang dalam kurun 2006-2010 dan infeksi COVID-19 pada Maret hingga Desember 2020 pada objek yang sama.

Hasilnya dari 38.000 peserta yang dites COVID-19, ada 17% yang dinyatakan positif. 

Peneliti menganalisis faktor diet seseorang dari konsumsi asupan kopi, teh, sayuran, buah, ikan berlemak, daging olahan dan daging merah yang menunjukkan jika diet sedikit mengurangi risiko penyakit.

Baca Juga: Pakar Psikologi Beberkan Alasan Usia Remaja Rentan Terkena Masalah Kejiwaan

Satu atau lebih cangkir kopi per hari dikaitkan dengan sekitar 10% penurunan risiko COVID-19 dibandingkan dengan kurang dari satu cangkir per hari. Sebab jumlah kafein yang lebih besar dalam kopi dinilai lebih protektif terhadap virus.

Selain kopi, lebih lanjut mengkonsumsi sayuran setidaknya 0,67 porsi per hari (dimasak atau mentah, tidak termasuk kentang) dikaitkan dengan risiko infeksi COVID-19 yang lebih rendah. 

Namun mengkonsumsi daging olahan sedikitnya 0,43 porsi per hari dikaitkan dengan risiko COVID-19 yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Hari Jantung Sedunia: Kenali Penyebab, Tanda dan Cara Mencegah Serangan Jantung

Meskipun penelitian menunjukkan diet tampaknya sedikit mengurangi risiko penyakit. Namun para peneliti merekomendasikan vaksin sebagai cara paling efektif untuk mencegah COVID-19, terutama penyakit parah dan risiko kematian.***

Editor: Arum Novitasari

Sumber: Northwestern Now News

Tags

Terkini

Terpopuler